Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 November 2013

Oemar Bakri Era Baru

Salam hormat rekan-rekan Guraru se-tanah air. Sebagai tanda perkenalan, saya akan memuat postingan pertama saya di forum Guraru ini. Saya adalah penikmat dan pengagum karya-karya musisi besar Indonesia salah satunya adalah karya Iwan Fals, seorang musisi yang concern dengan isu-isu  sosialnya. Dari sekian banyak karyanya saya mencoba mendalami betul apa yang sedang dipikirkan Bang Iwan ketika menciptakan salah satu lagunya yang berjudul "Oemar Bakri". Berikut penggalan liriknya:
---------------------------------
Guru Oemar Bakri
tas hitam dari kulit buaya, selamat pagi
berkata bapak Oemar bakri
ini hari aku rasa kopi nikmat sekali
tas hitam dari kulit buaya, marilah kita
pergi memberi pelajaran ilmu pasti
itu murid bengalmu mungkin sudah
menunggu
Reff :
lalu sepeda kumbang dijalan berlobang
slalu begitu dari dulu waktu jaman jepang
terkejut dia waktu mau masuk pintu
gerbang
banyak polisi bawa senjata berwajah
garang
bapak oemar bakri kaget ada apa
gerangan
berkelahi pak, jawab murid seperti jagoan
bapak oemar bakri takut bukan kepalang
itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang
bakri kentut cepat pulang
buset…standing dan terbang
oemar bakri pegawai negri
oemar bakri…
oemar bakri…
40th, mengabdi jadi guru jujur berbakti
memang makan hati
oemar bakri banyak ciptakan mentri
oemar bakrik profesor, dokter insinyur pun
jadi
tapi mengapa gaji guru oemar bakri
seperti dikebiri
-------------------------
Penafsiran pribadi terhadap sosok Oemar Bakri dalam penggalan lirik tersebut merupakan sosok yang sederhana, namun perannya begitu besar bagi lingkungan disekitarnya. Jika saya mendeskripsikan lebih lanjut tentang "Oemar Bakri" pada lagu  ini maka saya akan menemukan sosok seorang guru dengan pakaian PDH lengkap khas pakaian pegawai negeri, dengan kopiah dikepala, sedang menggoes sepeda ontel, yang di sadel belakangnya terdapat penjepitan khusus, untuk menyimpan tas kulitnya, yang berisi beberapa buah buku dan kapur tulis, menuju suatu sekolah yang berada dipelosok, dengan medan jalan yang terjal, dan bersiap untuk mengajar guna menyiapkan generasi emas bangsa ini.
Entah tepat atau tidak penafsiran saya ini dengan isi kepala Bang Iwan tentang sosok "Oemar Bakri", namun yang pasti zaman telah berubah, gaya hidup telah berbeda, teknologi berkembang, dan mungkin saja ketika Bang Iwan menciptakan tokoh fiktif "Oemar Bakri" ini, dia tidak sempat membayangkan apa yang terjadi dihari ini, mengingat ketika pembuatan lagu ini selisih zamannya dengan era kita sekarang kurang lebih 28 tahun! Bayangkan jika pembuatan lagu "Oemar Bakri" terjadi pada hari ini, mungkin penggalan liriknya akan berbeda, Pak Oemar bisa saja membawa motor atau bahkan mobil ke sekolahnya, buku di tasnya pun mungkin sudah berbentuk BSE (Buku Sekolah Elektronik) artinya Pak Oemar sudah membawa laptop ditasnya, dan bahkan kapur tulispun sudah tidak dipakai lagi karena sifatnya yang panas dikulit sehingga beralih Pak Oemar menggunakan spidol, atau bahkan Pak Oemar tidak menggunakan spidol sama sekali karena sudah ada infocus yang disediakan di sekolahnya, sehingga kerja Pak Oemar lebih ringan lagi dalam mengajar dan menyiapkan generasi-generasi emas penerus bangsa ini.
Biarkanlah Pak Oemar tetap dengan gayanya, namun di era baru semangat Pak Oemar harus terbarukan dan dilipat gandakan. Pak Oemar jangan merasa nyaman di zona aman, mengajar dengan kapur ditangan memang tidak salah, tetapi apa salahnya sesekali memanfatkan teknologi dalam penyampaian ilmu dikelas agar siswa pun ikut merasakan betapa nikmatnya manfaat perkembangan teknologi hari ini. Zona konvensional perlu diberikan sentuhan "hi-tech" agar KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dikelas semakin variatif, agar sisi positif perkembangan teknologi ini tidak kalah dengan maraknya penyalahgunaan dari perkembangan teknologi itu sendiri.
Kita semua berharap suatu hari nanti secepatnya wajah dunia pendidikan Indonesia berubah dan benar-benar mendekati sempurna. Dimana dari Sabang sampai Merauke seluruh sekolah di negeri ini mempunyai kesempatan yang sama dalam hal pemerataan fasilitas yang menunjang proses KBMnya dan mampu memanfaatkan betul perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih. Dan Mungkin disuatu hari nanti jika pembelajaran virtual sudah bisa dimanfaatkan, anak-anak di pedalaman pelosok negeri ini bisa belajar pada Pak Oemar Era Baru yang lokasinya jauh dari mereka, dimana Pak Oemar berada ditengah ramainya hiruk pikuk kota, belajar tentang ilmu-ilmu yang bermanfaat, belajar tentang ilmu-ilmu yang membawa kemashlahatan bersama.
Aamiin Ya Rabbalalamin..

Jumat, 06 Juli 2012

Mulai Nge-Blog yuu ..

Setelah postingan pertama diluncurkan ya ini lah postingan kedua yang saya akan publikasikan kepada sahabat HoR.
Begini, mungkin saya masih bingung harus diisi apa saja konten yang ada pada HoR ini ?. Proses penyempurnaan blog sedang dilakukan, agar terlihat lebih ciamik dan semakin menarik. Konten-konten yang ditawarkan HoR dijamin fresh dan tentunya diharapkan bermanfaat. Cerminan pribadi penulis mungkin dapat dirasakan di HoR ini, idealis, bisa jadi iya.. Hehehe. Informasi yang bersifat faktual, referensi-referensi ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu ingin rasanya saya tuangkan di HoR, selain juga tentunya opini pribadi atas headline news di koran-koran yang sedang in diperbincangkan, atau malah saya akan menuliskan cerita-cerita pendek hasil imajinasi spontan yang bergulat di otak saya bisa jadi saya akan tuliskan juga di HoR, karena memang pada dasarnya hobi saya adalah mengarang bebas, meskipun samapai detik ini saya berkonsentrasi untuk menyelesaikan studi di jurusan Pendidikan Matematika.
Selain mengarang bebas, bermusik juga jadi hobi andalan saya, maka dari itu akan sangat senang jika sahabat bisa share tentang dunia musik di HoR. Iya karena disiplin ilmu saya berkutat di dunia pendidikan maka rasanya konten HoR tidak akan jauh bersinggungan dengan dunia pendidikan pula, sekedar informasi tawaran untuk les private matematika terus mengalir deras mengunjungi nomor telepon saya, ya alhamdulillah :) ..
Semoga HoR benar-benar bisa menjadi rumah untuk sahabat semua, apa yang dicari sahabat semuanya ada di HoR. Jadi jangan sungkan-sungkan untuk bertamu di House of Rorompok :)
Salam.