Rabu, 21 Mei 2014

Kebetulan



Catat ini bukan curhat! Saya tidak sedang curhat yaa.. Hehehe
Kebetulan hari ini saya temukan kembali password blog yang sudah lama tidak diurus, padahal dulu pernah bermimpi blog ini bisa mengalahkan blognya raditya dika. Mimpi yang entah kapan tercapainya.. hehehe tapi saya harus tetap optimis! blog saya akan kalahkan kepopuleran blognya raditya suatu saat nanti!
Kebetulan juga hari ini gairah untuk menuangkan ide kedalam tulisan sangat tinggi, ya saya sungguh beruntung ketika menemukan lagi file password-password penting di laptop, termasuk file password blog ini yang terselip diantara ratusan file RPP, SILABUS, dan BSE, sungguh rasanya ini sebagai sebuah keajaiban.
Kebetulan banyak ide yang sedangh lalu lalang dikepala, namun sulit untuk dituangkan kedalam bentuk tulisan yang baik dan benar menurut EYD yang berlaku, yaa jadi saya anggap tulisan ini hanya tulisan yang sifatnya alakadarnya saja. Lha untuk mendapatkan ilham kembali menulis saja sudah sangat saya syukuri.. Hehehe
Kebetulan tugas membuat soal ujian kenaikan kelas untuk anak-anak sudah beres, kebetulan do’i lagi tidak mood untuk ber-sms ria karena katanya hidungnya sedang becek, jadi kebetulan yang sedang membaca postingan ini ikut mendoakan agar do’i lekas sembuh. Saat semua serba kebetulan ini terjadi untung masih ada stok kopi tadi pagi yang belum diseduh, dan hebatnya kebetulan ada teman setia si kopi.. hehehe
Ingat ini bukan curhat!
Tidak ada motivasi lain selain menyalurkan hasrat menulis, meskipun tulisan ini sungguh tidak ada maknanya sama sekali! Karena kebetulan tadi ketika menonton tv tidak ada satu acarapun yang menarik hati untuk ditonton! Payah.. Sinetron lagi, komedi abstrak (lebih condong ke geje) lagi, nonton beritapun isinya gelap tidak ada pencerahannya sama sekali!
Bayangkan kita disuguhi oleh sinetron yang jelas-jelas semua isinya dunia khayal, lebih banyak pengaruh negatifnya dibandingkan efek positifnya. Acara Komedi? Hey! Jelaskan pada saya dimana lucunya? Hingga penonton bayaran itu terbahak-bahak mentertawai para komedian abstrak itu! Bullying, curhat-curhatan sampai ke crew-crew nya, cela-mencela, toyor-toyoran, coret-coret muka, games geje, cabe-cabean, terong-terongan, W*TF! Hehehe tapi ada lagi nih yang lebih menjijikan dari komedi abstrak itu, yaitu tv berita yang seharusnya cerdas meberiakn manfaat, ehh kerjanya menayangkan keberpihakan kepada capres-cawapresnya satu sama lain, sehingga tayangan yang muncul tidak bermanfaat sama sekali tidak ada informasi yang menjamin kebenaran berita tersebut! Padahal informasi kebenaran itu sangat penting karena kita akan memilih pemimpin yang nantinya diharapkan tegas membasmi tayangan-tayangan tidak beirbobot itu.
Ya sudahlah semuanya tergantung pada kita, yang jelas dari sekian banyak kebetulan diatas, semoga saya tidak akan lupa lagi dengan password blog ini, sehingga mimpi untuk mengalahkan blognya raditya dika bisa terjadi! Semoga itu bukan kebetulan.. Hehehe
Salam!

Latihan Soal KKPI

"Besaran usaha akan berbanding lurus dengan hasil". Begitulah banyak orang memperbincangkan hubungan antara usaha dan hasil nak!.

"Si Bapa mah nya, meni kuat ka hese bade masihan prediksi soal oge, meni kuat melaan ka si aa warnet heula ih!"

Ya begitulah hidup nak! Hehehe


Membiasakan diri hidup di era serba virtual itu penting. Jadi apa salahnya berlatih dari sekarang? Right? 

Ini dia prediksi Pa Han untuk soal yang akan keluar di UKK nanti, ya tidak utuh 45 soal tapi lumayan lah kalau bisa terisi semua KKM sudah aman, dengan catatan tidak ada lagi yang punya masalah utang piutang tugas.. Hehehe

LATIHAN SOAL KKPI 

Selamat mengerjakan! Semoga sukses yaa!

Upacara Bendera



Waduuuuuhhh... Sudah lama ga nge-blog! Pemalasssss!!! HoR nya jadi kusam.. hehe
Tidak mudah memang untuk terus konsisten menulis.. Tapi cita-cita untuk jadi penulis handal jangan sampe lepas dehhh.. hhe
Oke tidak perlu lama-lama meratapi ketidak konsistenan untuk menulis. Hehehe.. Saya akan mencoba mengulas kegiatan yang mungkin tidak akan dihapuskan di lingkungan sekolah. Yaa.. Upacara Bendera!
Tulisan ini hanya merefleksi diri sendiri saja yang kebetulan sebagai pelaku kegiatan upacara, semoga menjadi catatan untuk rekan HoR semua, terlebih lagi dapat memberi masukan untuk seorang penulis pemula yang bercita-cita jadi penulis handal.. (keukeuh) hhe
Segera cekidottt sajaa!!
Hal yang utama dalam upacara bendera adalah ketika Sang Saka Merah Putih berkibar di puncak tertinggi pada tiang bendera dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Jika peserta upacara sudah dapat memaknai hal ini, berapapun lamanya upacara tidak akan terasa. Bagaimana tidak waktu untuk melaksanakan upacara bendera paling lama hanya sekitar 45 menit saja, bayangkan dengan waktu yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa yang telah rela berkorban jiwa dan raga untuk dapat melihat generasi setelahnya mengibarkan Merah Putih tanpa ancaman dari pihak manapun yang menandakan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Merdeka itu anugerah! Untuk dapat memaknai arti kata merdeka silakan untuk menambah referensi bacaan yang berkenaan dengan perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan-tangan penjajah.
Hal kedua yang perlu dimaknai adalah “Amanat Pembina Upacara”. Pesan yang terkandung didalamnya pastilah bermanfaat untuk peserta upacara. Jangan ada lagi pameo “masuk telinga kanan, keluar telinga kiri”. Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengambil setiap manfaat yang baik untuk dirinya dari kapanpun dan dimanapun dia berada.
Selebihnya Upacara Bendera mengajarkan kita untuk disiplin, tertib, dan bertanggung jawab. Kalaupun  kegiatan upacara masih belum selesai untuk sebagian peserta ketika perintah “Peserta upacara diperkenankan untuk meninggalkan lapangan upacara” sudah dikumandangkan, artinya ada yang salah dari mereka, entah itu pelanggaran disiplin, pelanggaran tata tertib, atau bahkan bergurau ketika Sang Saka Merah Putih berkibar? mereka harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri dengan cara di “sadar” kan oleh komando dari Guru agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali dikemudian hari.
Dan semoga pada pelaksanaan Upacara Bendera selanjutnya, peserta upacara benar-benar memaknai prosesi Upacara Bendera, agar Sang Saka Merah Putih merasa dihargai oleh semangat yang menggelora dari para peserta upacara  untuk meneruskan perjuangan pahlawan bangsa guna mengisi kemerdekaan ini serta menjaga Sang Saka Merah Putih agar terus berkibar dengan gagah melebihi bangsa lainnya.