Rabu, 21 Mei 2014

Upacara Bendera



Waduuuuuhhh... Sudah lama ga nge-blog! Pemalasssss!!! HoR nya jadi kusam.. hehe
Tidak mudah memang untuk terus konsisten menulis.. Tapi cita-cita untuk jadi penulis handal jangan sampe lepas dehhh.. hhe
Oke tidak perlu lama-lama meratapi ketidak konsistenan untuk menulis. Hehehe.. Saya akan mencoba mengulas kegiatan yang mungkin tidak akan dihapuskan di lingkungan sekolah. Yaa.. Upacara Bendera!
Tulisan ini hanya merefleksi diri sendiri saja yang kebetulan sebagai pelaku kegiatan upacara, semoga menjadi catatan untuk rekan HoR semua, terlebih lagi dapat memberi masukan untuk seorang penulis pemula yang bercita-cita jadi penulis handal.. (keukeuh) hhe
Segera cekidottt sajaa!!
Hal yang utama dalam upacara bendera adalah ketika Sang Saka Merah Putih berkibar di puncak tertinggi pada tiang bendera dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Jika peserta upacara sudah dapat memaknai hal ini, berapapun lamanya upacara tidak akan terasa. Bagaimana tidak waktu untuk melaksanakan upacara bendera paling lama hanya sekitar 45 menit saja, bayangkan dengan waktu yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa yang telah rela berkorban jiwa dan raga untuk dapat melihat generasi setelahnya mengibarkan Merah Putih tanpa ancaman dari pihak manapun yang menandakan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Merdeka itu anugerah! Untuk dapat memaknai arti kata merdeka silakan untuk menambah referensi bacaan yang berkenaan dengan perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan-tangan penjajah.
Hal kedua yang perlu dimaknai adalah “Amanat Pembina Upacara”. Pesan yang terkandung didalamnya pastilah bermanfaat untuk peserta upacara. Jangan ada lagi pameo “masuk telinga kanan, keluar telinga kiri”. Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengambil setiap manfaat yang baik untuk dirinya dari kapanpun dan dimanapun dia berada.
Selebihnya Upacara Bendera mengajarkan kita untuk disiplin, tertib, dan bertanggung jawab. Kalaupun  kegiatan upacara masih belum selesai untuk sebagian peserta ketika perintah “Peserta upacara diperkenankan untuk meninggalkan lapangan upacara” sudah dikumandangkan, artinya ada yang salah dari mereka, entah itu pelanggaran disiplin, pelanggaran tata tertib, atau bahkan bergurau ketika Sang Saka Merah Putih berkibar? mereka harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri dengan cara di “sadar” kan oleh komando dari Guru agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali dikemudian hari.
Dan semoga pada pelaksanaan Upacara Bendera selanjutnya, peserta upacara benar-benar memaknai prosesi Upacara Bendera, agar Sang Saka Merah Putih merasa dihargai oleh semangat yang menggelora dari para peserta upacara  untuk meneruskan perjuangan pahlawan bangsa guna mengisi kemerdekaan ini serta menjaga Sang Saka Merah Putih agar terus berkibar dengan gagah melebihi bangsa lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar