Waduuuuuhhh... Sudah lama ga nge-blog! Pemalasssss!!! HoR nya jadi kusam.. hehe
Tidak mudah memang untuk terus konsisten menulis.. Tapi cita-cita untuk jadi penulis handal jangan sampe lepas dehhh.. hhe
Oke tidak perlu lama-lama meratapi ketidak konsistenan untuk menulis. Hehehe.. Saya akan mencoba mengulas kegiatan yang mungkin tidak akan dihapuskan di lingkungan sekolah. Yaa.. Upacara Bendera!
Tulisan ini hanya merefleksi diri sendiri saja yang kebetulan sebagai pelaku kegiatan upacara, semoga menjadi catatan untuk rekan HoR semua, terlebih lagi dapat memberi masukan untuk seorang penulis pemula yang bercita-cita jadi penulis handal.. (keukeuh) hhe
Segera cekidottt sajaa!!
Hal
yang utama dalam upacara bendera adalah ketika Sang Saka Merah Putih berkibar
di puncak tertinggi pada tiang bendera dengan diiringi lagu kebangsaan
Indonesia Raya. Jika peserta upacara sudah dapat memaknai hal ini, berapapun
lamanya upacara tidak akan terasa. Bagaimana tidak waktu untuk melaksanakan
upacara bendera paling lama hanya sekitar 45 menit saja, bayangkan dengan waktu
yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa yang telah rela berkorban
jiwa dan raga untuk dapat melihat generasi setelahnya mengibarkan Merah Putih
tanpa ancaman dari pihak manapun yang menandakan Indonesia sebagai bangsa yang
merdeka. Merdeka itu anugerah! Untuk dapat memaknai arti kata merdeka silakan
untuk menambah referensi bacaan yang berkenaan dengan perjuangan para pahlawan
yang telah merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan-tangan penjajah.
Hal
kedua yang perlu dimaknai adalah “Amanat Pembina Upacara”. Pesan yang
terkandung didalamnya pastilah bermanfaat untuk peserta upacara. Jangan ada
lagi pameo “masuk telinga kanan, keluar telinga kiri”. Orang yang cerdas adalah
orang yang mampu mengambil setiap manfaat yang baik untuk dirinya dari kapanpun
dan dimanapun dia berada.
Selebihnya
Upacara Bendera mengajarkan kita untuk disiplin, tertib, dan bertanggung jawab.
Kalaupun kegiatan upacara masih belum
selesai untuk sebagian peserta ketika perintah “Peserta upacara diperkenankan
untuk meninggalkan lapangan upacara” sudah dikumandangkan, artinya ada yang
salah dari mereka, entah itu pelanggaran disiplin, pelanggaran tata tertib,
atau bahkan bergurau ketika Sang Saka Merah Putih berkibar? mereka harus
bertanggung jawab atas dirinya sendiri dengan cara di “sadar” kan oleh komando dari
Guru agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali dikemudian hari.
Dan
semoga pada pelaksanaan Upacara Bendera selanjutnya, peserta upacara
benar-benar memaknai prosesi Upacara Bendera, agar Sang Saka Merah Putih merasa
dihargai oleh semangat yang menggelora dari para peserta upacara untuk meneruskan perjuangan pahlawan bangsa
guna mengisi kemerdekaan ini serta menjaga Sang Saka Merah Putih agar terus
berkibar dengan gagah melebihi bangsa lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar