Sepertinya untuk tulisan kali ini saya akan total bercerita dan berbagi pengalaman, ya mungkin jatuhnya bisa jadi curhat.. Ketidakmengertiannya selalu diawali dengan satu pertanyaan bodoh, "harus dimulai dari mana ya?". Pertanyaan yang terkadang menghambat motivasi saya dalam proses perwujudan impian-impian yang saya ingin dapatkan. Jujur saja isi kepala ini sebenarnya penuh dengan impian-impian yang tentunya harapan saya ingin segera merealisasikannya, tetapi entah mengapa ketika segala sesuatunya akan berjalan dengan mudah, proses perwujudan impian itu terasa hanya melayang-layang saja di atas kepala ini?. Apakah terlalu teoritis, sehingga saya lupa dengan aksi yang semestinya saya kejar dengan tenaga ekstra?. Ini BUKAN TULISAN KEPUTUS ASAAN!. Sekedar bahan renungan merefleksi jati diri pribadi, dan mungkin hal yang sama terjadi juga kepada para sahabat HoR. Singkatnya, dengan berbagi pengalaman, mudah-mudahan kita akan mendapatkan pola yang tepat untuk menyingkirkan satu pertanyaan bodoh diatas!.
Impian, Cita-Cita, Doa, dan Harapan
Seingat saya, sewaktu kecil ketika ditanya tentang cita-citanya mau jadi apa, dengan lantang saya selalu menjawab ingin jadi Pilot!. Mungkin pola pikir anak-anak yang sederhana saat itu mengantarkan saya berangan-angan ingin terbang membawa serta Ibu dan Bapak keliling dunia. Proses perwujudan cita-cita dimulai. Ingin jadi apa saya sebenarnya?
Sukses dunia akhirat tentu itu sebuah tujuan, tetapi bagi saya itu terlalu umum unutk memposisikan harapan yang ingin saya wujudkan.
Hari ini saya sedang berkonsentrasi menyelesaikan kuliah untuk mendapat ilmu bagaimana menjadi Guru Matematika yang handal. (Do'akan saya agar diberi kelancaran untuk menuntaskannya, Amin!)
Alhamdulillah proses perwujudan cita-cita untuk menjadi seorang Guru yang handal, sedang saya jalani. Meskipun rasanya hingga detik ini berlangsung, saya tidak pernah bercita-cita akan menjadi seorang Guru. Jalan hidup adalah hak-Nya, sedangkan proses untuk menemukan jalan tersebut adalah upaya kita. Puji syukur, meskipun belum mendapat gelar sarjana pendidikan, tetapi saya sudah dipercaya untuk mengamalkan ilmu yang saya dapatkan dibangku kuliah untuk ditransferkan kembali kepada anak-anak didik saya (les privat). Hasilnya, selain pengalaman yang didapat, saya juga bisa menikmati jerih payah door to door tersebut sekedar untuk jajan, inilah profesi.
Namun, "harus dimulai dari mana ya?" meng-upgrade kualitas diri kita? sedangkan disisi lain minat saya terhadap impian-impian yang bisa dijadikan profesi juga membutuhkan perhatian yang sama besarnya. Menjadi seorang musisi adalah impian terbesar saya, bahkan kelasnya sudah termasuk obsesi!. Proses penataan mimpi menjadi seorang entertainer, sudah saya mulai sejak masih dibangku SMP, begitu akrabnya dengan dunia ini, menghadapi orang banyak untuk menghibur mereka merupakan kepuasan tersendiri, saya masih berharap, ini bisa dijadikan sebuah profesi, karena perwujudan proses menjadi seorang musisi masih saya lakukan, dengan segala tantangnya. Belum lagi minat saya untuk menggeluti dunia politik begitu menggebu-gebu, prosesnya saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ketika saya dipercaya untuk diberi amanah menjalankan roda organisasi di mana tempat saya menimba ilmu sekarang. Terlintas dalam benak ini untuk terjun langsung menjadi anggota suatu partai politik dengan harapan kelak saya akan memimpin suatu daerah dengan seadil-adilnya, karena gerah melihat situasi perpolitikan sekarang.
Sekedar informasi sayapun masih berhasrat untuk menjadi seorang penulis, ini karena kecintaan saya terhadap bidang jurnalistik..
Akhirnya sampailah saya dipersimpangan jalan, "harus dimulai dari mana ya?".
Hemat saya, Saya akan menjadi seorang Presiden yang adil, yang memenangkan penghargaan MTV Music Award bersama band saya, sambil terus menuangkan berbagai ide kedalam sebuah tulisan dan tetap menjadi seorang Guru dari sebuah bangsa yang besar!. AMIN!
Believe adalah kunci untuk mewujudkan itu semua. Sekarang bagaimana dengan sahabat, yang mempunyai banyak keinginan juga?. Bagaimana cara menghadapi pertanyaan bodoh tersebut?.
Ah, semoga saja tujuan kita tetap sama SUKSES DUNIA-AKHIRAT!
Tetapi Prioritas itu penting jika sahabat belum mampu mensinergikan semua keinginan sahabat!
Sukses selalu..
Salam,
Penulis HoR
Curcor yeuh,. hha
BalasHapus