Minggu, 08 Juli 2012

Pilkadot (Pemilihan Kepala Daerah yang penuh dengan Anekdot)

Ya.. Sambil mempercantik blog dan selagi ada waktu luang, saya sempatkan untuk menulis artikel selanjutnya. Sesuai judul kali ini saya ingin menyentil perilaku politik yang ada di Indonesia, karena memang menjelang 2014 suhu perpolitikan di tanah air sedang hot-hot-nya baik ditingkat pusat maupun ditingkat daerah (dan karena saya sudah jengah dengan ini semua). Hehehe
Wah ! topik kita kali ini adalah politik ? what ? politik ? Heloooo .. anak muda berbicara tentang politik ? ga jadi nya ketuaan tuh ? atau jangan-jangan di cap sok-sok an lagi ..
Memang betul adanya, umumnya bagi para remaja/i zaman sekarang, membicarakan hal yang berkaitan dengan politik (Pemilihan Calon Legislatif Daerah/ Pusat >> DPR&MPR <<, Pemilihan Walikota/ Bupati, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Presiden) adalah hal yang membosankan, kolot, garing, dan mungkin sebagian pemuda/i yang ekstrem berpikir ga guna buat ngobrolin politik!
Opini pribadi sih tidak menyangkal dengan adanya pemikiran seperti itu, bahkan kalaupun itu sarkasme tapi menurut saya itu adalah sarkasme yang begitu indah.
Kenapa ya sebegitu alerginya kita (pemuda, red.) terhadap politik? padahal potensi untuk meraup suara pemilu dari pemuda itu besar loh! (Saya tidak menyarankan untuk Golput ya!)
Yang terasa oleh saya, ajaran-ajaran pendahulu kita (para tetua, red.) tentang cara berpolitik itu salah! Lha? sebegitu beraninya saya menyebutkan mereka salah! Memangnya saya bisa? Hehehe.. Ya, karena saya mungkin sampai detik ini belum terpikirkan untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Barat kali ya.. Hehehe Maklum pemuda polos. Namun dibalik kepolosan itulah timbul beberapa pertanyaan menggelitik yang muncul kepermukaan untuk dijawab oleh para ahlinya.
Kita susun okey pertanyaan-pertanyaannya .. :)
Kita mulai bertanya dari pengkilanan orang-orang yang akan berpolitik tersebut ya, dimulai dari niat? ya disini saya masih mengerti niat mereka pasti ingin memberikan perubahan kan? tapi perubahan yang bagaimana? dari pengiklanan dirinya pun sudah merusak keindahan taman-taman kota kok! artinya 1 langkah perubahan untuk MUNDUR!
<<<<
Yang kedua, sebegitu PeDe nya kah beliau-beliau yang terhormat mengumbar janji di baliho-baliho ukuran super besar sambil senyum-senyum, untuk menarwarkan janji-janjinya itu ke masyarakat? sampai-sampai mengalahkan bintang iklan untuk mempromosikan produk-produk kecantikannya?
<<<<





Yang ketiga, setelah terpilih beliau-beliau yang terhormat ko ga ada kabar akan mengunjungi desa kami lagi dengan durasi lama dan berjalan kaki sambil becek-becekan ya? kalaupun berkunjung ya hanya sebentar dan penuh penjagaan ketat, sehingga kami yang akan mengeluh tentang nasib pun susah dibuatnya...
<<<<




Ops! Hehehe 3 pertanyaan dulu saja ah.. Kalau ada yang mau protes mangga, ilmu saya begini adanya, maaf-maaf kata kalo kurang berkenan..
Dari pemuda polos yang bercita-cita jadi presidan (presiden edan) republik mimpi bagi kaumnya yang aheng.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar